Puisi

Laki-laki dan Waktu

IMG_1094

Suatu kali ada laki-laki

Menuruni tebing dengan hentakan ramping kaki-kaki

Punggungnya menawarkanku sebongkah kebaikan hati

Kupandangi letih dari garis pundaknya yang miring ke kiri

Aku ingat hutan, tebing dan mata air dua tahun lalu

Memeluk langkahnya dan langkahku

Berderap, melaju dan beradu dengan nafasku yang lelah memburu

Hingga di persimpangan yang memisahkan langkahnya dengan langkahku

Waktu…

12.360 jam dari waktu itu

Tanpa kusangka membawa langkahnya padaku

Menapaki pasir putih di Timur dan debur ombak menderu

Ia tertawa dalam keriangan tak terucap bersamaku

Kakak, demikian ia memanggilku

Dulu laki-laki itu masih remaja

Saat telah lewat dari dua lima usiaku

Waktu sungguh membuatnya tumbuh dewasa

12.450 jam dari waktu itu

Ia bermain ombak di pantai bersamaku

Menatap matahari di langit jingga senja

Berbagi mimpi dan cerita hingga matahari terganti gulita

Waktu…

Bagaimana engkau punya ide membawanya padaku

Tanpa kuminta dan tanpa kutunggu

Membiarkanku tenggelam dalam kisah yang entah nyata entah semu

Hai sang Waktu

Ke mana kau akan membawaku?

Ke manakah semua rangkaian kisah ini akan menuju?

Aku sungguh tak tahu

Lalu waktu…

Membawaku kepada sebuah hari Minggu

Aku bergelung dalam pelukannya hingga dadaku menderu

Bertanya-tanya dalam ciuman yang membuat bibirku kaku

Andai saja kau tahu…

Hari minggu itu menyisakan sekelumit pertanyaan

Membuat sudut jiwaku dirajam bimbang

Untuk apa kau tawarkan pelukan dan ciuman?

Ataukah justru kau sengaja buat jiwaku jadi menggersang

Andai saja kau tahu…

Aku ingin mengulanginya di setiap hari Minggu

Memelukmu dan bukan bayanganmu

Menyentuhmu dengan tanganku dan bukan pikiranku

Tulisan ini

Anggap saja engkau sedang kubuat deskripsi

Ingin kukatakan padamu bahwa aku menanti

Jawaban yang waktu itu sungguh ingin kupahami

Untuk setiap sentuhanmu

Aku ingin mengerti

Dan untuk setiap dekapanmu

Yang tak mau enyah dan tersingkir dari memori

Aku menanti jawaban itu…

Aku harap kau akan berikan padaku di hari Minggu nanti

Jakarta, 432 hours after Sunday

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s